Monday, June 29, 2009
Michael Jacson : "SAYA LEBIH BAIK MATI, SAYA SUDAH TAMAT !!!"
Jakarta (ANTARA News) - Mendiang bintang pop Michael Jackson belum lama ini putus asa dan merasa lebih baik mati, sebagaimana ditulis wartawan paruh waktu Ian Halperin dalam bukunya "The Final Years Of Michael Jackson" .
Jackson pada tanggal 21 Juni mengeluh kepada seorang sumber Halperin. Saat itu sang mega bintang mengatakan tidak punya daya lagi untuk tampil di panggung karena sudah kehilangan suara dan gerak tari.
"Ini tidak akan berhasil" kata sumber tersebut mengutip Jackson. "Saya Lebih Baik Mati. Saya Sudah Tamat."
Halperin mengungkapkan hal tersebut dalam tulisan di media terbitan Inggris, Dailymail.
Sumber lainnya yang sangat dekat dengan Jackson, saat kabar kematiannya menyebar luas kepada Halperin mengatakan bahwa "Michael lelah menjalani hidup. Dia sudah luluh lantak selama bertahun-tahun dan sekarang dia sudah di tempat yang lebih baik. Orang-orang di sekelilingnya mencekoki dia dengan obat-obatan agar Michael tetap bersama mereka. Merekalah yang seharusnya dimintai pertanggungjawaban."
"Apapun hasil otopsi akhir, yang membunuh Michael Jackson adalah keserakahan.Jika dia tidak dibujuk oleh komplotan bankir, agen, dokter, penasehat untuk tampil dalam 50 konser di stadion O2 Arena di London, saya yakin dia sekarang masih hidup," tulis Halperin yang juga pembuat film itu. Konser itu rencananya akan berlangsung bulan depan.
Dia mencatata, Jackson pada bulan Mei menjumpai para penggemarnya saat keluar dari studio latihan Burbank.
"Terima kasih atas dukungan dan cinta anda. Saya ingin katakan bahwa saya sangat mencintai anda. Saya tidak tahu apakah mampu tampil dalam 50 kali pertunjukan. Saya bukan penggemar makanan. Saya perlu meningkatkan berat badan. Saya benar-benar marah mereka telah mem-booking saya untuk 50 pertunjukan. Saya cuma ingin sepuluh."
Di sisi lain, Jackson juga biasa menggunakan mendapat resep obat keras dari dokter-dokternya setiap kali mengeluh "nyeri". Sumber Halperin menyebut Jackson biasa menelan OxyContin, obat keras yang punya julukan ‘Hillbilly heroin’ meski tidak setiap hari mengkonsumsi.
Helperin, yang bertahun-tahun melakukan penyelidikan terhadap Michael Jackson untuk bahan bukunya, menilai bahwa Michael Jackson jelas-jelas orang yang kesepian dan dalam masalah besar.
Jackson meninggalkan 200 lagu karya sendiri dan belum dipublikasikan untuk tiga anaknya yaitu Prince Michael (12), Paris Katherine (11), dan Prince Michael II alias Blanket (7).
Ibunda Jackson, Katherine, menuntut agar tiga cucunya tinggal bersama dia di California sedangkan Deborah Rowe, ibu Michael sulung dan Katherine, ingin mengurus anaknya.
Friday, June 26, 2009
MICHEAL JACSON MENINGGAL DUNIA =((
GOODBYE MICHAEL JACKSON !!! :((BYEBYE ~
Mega bintang Michael Jackson dilaporkan meninggal dunia setelah dilarikan ke sebuah rumah sakit di Los Angeles, Kamis (25/6). Laporan tersebut dikeluarkan oleh Los Angeles Times dan Associated Press, sementara jaringan televisi CNN belum memastikan laporan kematian bintang berusia 50 tahun itu. Menurut sumber CNN, Jackson berada dalam kondisi kritis. Brian Oxman, pengacara keluarga Jakson, menjelaskan, mendapatkan informasi dari kakak Michael Jaskcon, Randy Jackson, bahwa megabintang itu tidak sadarkan diri setelah menderita cardiac arrest atau mendadak terhentinya kerja jantung di kediamannya di Los Angeles barat. Jackson dilarikan ke UCLA Medical Center setelah petugas pemadam kebakaran Los Angeles menerima laporan itu dari jalur telepon permohonan bantuan darurat 911. Menurut Kapten Steve Ruda dari Dinas Pemadam Kebakaran Los Angeles, permohonan bantuan itu diajukan dari sebuah kediaman di Los Angeles barat pada pukul 12.21 waktu Los Angeles atau Jumat (26/6) pukul 02.30 WIB.
Mega bintang yang berasal dari Gary, Indiana, ini dikenal dengan julukan "King of Pop". Jakson merupakan anak ketujuh dari sembilan bersaudara dari sebuah keluarga musisi yang terkenal.
Saat ini, setiap pintu masuk menuju fasilitas gawat darurat UCLA Medical Center dijaga ketat oleh personel keamanan. Bahkan, tidak semua staf rumah sakit mendapatkan akses masuk ke ruang itu. Beberapa orang yang tampak berada di ruang tunggu sekitar fasilitas gawat darurat UCLA Medical Center tak kuasa menahan haru dan larut dalam kondisi duka dengan saling bertangis-tangisan.




























